Jumat, 06 Februari 2009

Gus Dur Tolak Fatwa Golput


JAKARTA, SELASA — Mantan Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menyatakan penolakannya terhadap keluarnya fatwa MUI terkait larangan bagi umat Muslim untuk tidak bersikap golput, atau tidak berpartisipasi pada Pemilu 2009.

"Saya menolak sikap beberapa orang atau yang mengatasnamakan institusi MUI yang mengeluarkan fatwa haram bagi yang tidak memilih dalam Pemilu 2009. Alasan saya, hingga kini KPU tidak bekerja dengan baik bahkan melakukan kecurangan," tandas Gus Dur dalam pernyataannya kepada para wartawan, Selasa (27/1).

Contoh saja, menurut Gus Dur, dalam pilkada di Jatim, jumlah pemilih yang dipanggil semestinya 42 juta orang, tetapi yang dipanggil hanya 15 juta orang. Hal ini, tentu akan terjadi dalam Pemilu 2009.

"Ini karena sosialisasi pemilu yang amburadul. Jika penyelenggara pemilu telah ceroboh dalam bekerja, lalu bagaimana nasib demokrasi bangsa kita ke depan? Untuk itu, saya tetap bersikap memboikot pemilu untuk tidak memilih. Kita ini sedang diuji untuk belajar berdemokrasi. Jadi, beda pendapat adalah hal yang biasa," kata Gus Dur.